Loading icon
Berapa Jam Sebaiknya Bayi Dibedong

Berapa Jam Sebaiknya Bayi Dibedong

Share:

Pada dasarnya, bedong dilakukan untuk membantu bayi merasa nyaman, agar dapat tidur dengan tenang. Teknik yang dilakukan dengan membungkus bayi menggunakan kain akan membuat Si Kecil merasa seperti masih berada di dalam rahim. Selain akan merasa nyaman, bedong pada Si Kecil dapat mengurangi refleks kaget yang bisa saja membangunkannya saat tidur.

Jadi, jika ibu membedong Si Kecil dengan menarik kaki dan mengikatnya, hal ini justru akan menghambat pertumbuhan bayi. Kadang, Si Kecil akan melakukan cara berikut ini untuk menunjukkan ibu jika mereka tidak suka dengan keadaannya.

Jika Si Kecil sudah mulai besar dan lebih suka bergerak bebas, membedongnya justru akan membuatnya tidak nyaman. Jika Si Kecil positif mengidap masalah kesehatan, ibu dapat segera menanganinya guna menghindari komplikasi yang bisa saja terjadi.

Masih Perlukah Bayi Dibedong?

Masih Perlukah Bayi Dibedong?

- Tradisi membedong bayi yang baru lahir, belakangan mulai banyak ditinggalkan. Kebanyakan masyarakat percaya bahwa dengan membedong bayi akan membuat kakinya menjadi lurus.Namun dengan pesatnya informasi, para ibu muda mulai membandingkan perlakuan bayi di negara-negara maju yang tanpa dibedong justru membuat bayinya lebih lincah dan kaki si bayi pun tetap lurus-lurus saja. Karena beberapa bayi terkadang membutuhkan waktu transisi atau adaptasi antara keadaannya di dalam rahim dengan lingkungan.Saat di dalam rahim ibunya bayi tidak leluasa bergerak, sedangkan saat sudah lahir bayi menjadi kaget karena bisa bergerak lebih leluasa. "Sebaiknya setiap 2 jam orangtua mengecek kondisi bayinya dan jangan membedong bayi terlalu lama. Namun jika bayi tidak merasa nyaman untuk membedong, orangtua jangan memaksanya. Jika bayi merasa lebih nyaman dan senang dengan dibedong, ya tidak apa-apa diteruskan.

Tapi kalau bayi tidak merasa nyaman, orangtua tidak perlu memaksa," tambahnya.Membedong boleh-boleh saja semasa transisi bayi agar dia tetap merasa nyaman seperti dikandungan. Jika bayi tidak kaget-kaget lagi ketika tidur itu tanda si bayi sudah mulai beradaptasi dan penggunaan bedong sebaiknya jangan terlalu sering agar otot motoriknya bisa bergerak maksimal.

Apakah Bayi Harus Dibedong dan Sampai Umur Berapa?

Apakah Bayi Harus Dibedong dan Sampai Umur Berapa?

Menurut penelitian, sentuhan terbukti memiliki efek neurologis yang dapat memicu respon otak manusia untuk membuat dirinya merasa lebih tenang, menstabilkan detak jantung dan tekanan darah, serta menurunkan kadar kortisol. Refleks kejut ini yang membuat bayi terkejut sendiri tanpa sebab saat sedang tidur. Refleks kejut ini sebenarnya merupakan respon neurologis normal yang menyebabkan bayi baru lahir merasa seperti sedang jatuh bebas.

Kolik merupakan dampak dari sistem pencernaan yang berkembang, sehingga sulit bagi bayi Mom dan Ayah untuk mencerna makanan. Bila Mom masih kesulitan dalam mengatur posisi, maka tidak ada salahnya untuk membedong bayi. Pada saat dibedong, posisi kaki yang rapat dan lurus, terutama dalam waktu lama akan membuat bayi memiliki risiko lebih tinggi menderita dysplasia atau kelainan bentuk panggul. Hal ini juga berlaku apabila terdapat kesalahan dalam membedong bayi, seperti membiarkan kain bedongnya longgar. Dalam hal ini, selipkan sudut selimut di bawah ketiaknya sehingga tangannya tetap dapat bergerak. Bila ragu, konsultasikan cara bedong yang benar dengan bidan dan dokter kandungan terpercaya di Klinik Kehamilan Sehat.

Dokter kandungan di Klinik Kehamilan Sehat siap membantu Mom dan Ayah dalam menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan bedong bayi.

Waktu yang Tepat Melepaskan Bedongan pada Bayi, Usia Berapa ya?

Yap, mirip dengan cara kerja empeng dan dot, bedong bayi bisa membuat si kecil ketagihan. Yang perlu diingat, kebanyakan orang tua menggunakan bedongan untuk menenangkan bayi baru lahir, kemudian menghentikan pemakaiannya pada usia 3 atau 4 bulan. (BACA JUGA : Pamer Foto Jadul 21 Tahun Lalu, Penampilan Annisa Pohan Bersama Nadya Hutagalung Curi Perhatian, Lihat yuk!). Jika bayi bisa membuat bedongannya terlepas, hal ini bukan selalu menandakan sudah waktunya berhenti dibedong.

Tetapi jika bayi terus-menerus meloloskan diri dari bedongannya tiap malam, dan kalau bedongnya terpasang longgar, berarti sudah waktunya berhenti memasang bedong. Jadi jika ia sudah bisa berguling dan berbaring tengkurap ketika tidur, itulah tanda-tanda bayi tidak perlu dibedong lagi. (BACA JUGA : Belajar Mendidik Anak dari Suami Tya Ariestya, Nggak Semua yang Si Kecil Mau Harus Dituruti).

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membedong Bayi

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membedong Bayi

- Masyarakat Asia termasuk Indonesia masih mempercayai tradisi membedong atau membungkus bayi yang baru lahir dengan selimut agar kakinya lurus. Bayi hanya boleh dibedong setelah kebutuhannya terpenuhi, misal makan dan mengganti popok. Sebuah studi telah menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang rutin dibedong akan jarang bergerak, kurang efektif minum susu, dan memiliki berat badan lebih besar daripada bayi yang tidak dibedong.3. Bayi yang dibedong akan lebih cepat tertidur bahkan selama minum susu.

Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan makanan berupa air susu sebanyak 8 sampai 12 kali dalam waktu 24 jam untuk mencegah dehidrasi.4. Bayi memerlukan kontak dengan kulit ibu untuk membantu mengatur suhu tubuh, denyut jantung, pernapasan, kadar hormon, dan memantapkan ikatan antara ibu dan bayi.

Kain yang bedong harus nyaman dan tidak boleh terlalu ketat. Gerakan anggota badan juga merupakan cara bayi menyatakan bahwa dirinya sedang lapar.6. Pastikan agar pinggul dan kaki bayi dalam posisi sejajar sebelum Anda membedongnya.

Kesalahan dalam membedong bayi dapat menyebabkan dysplasia pinggul yang dapat mengakibatkan penyakit degenerasi sendi, radang sendi pinggul dan sakit kronis di kemudian hari.Setelah bayi telah mencapai usia satu bulan usia dan menjadi lebih aktif, bayi hanya boleh dibedong ketika akan tidur.7.