Loading icon
Jamur Liar Yang Bisa Dimakan

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan

Share:

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan. Mengenal jamur liar yang bisa dimakanBagi orang yang senang menghabiskan waktu di alam terbuka, mengumpulkan jamur bisa jadi hobi yang seru. Sebab, ada jenis jamur liar yang beracun dan membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi. Lalu, apa saja jenis jamur liar yang bisa dimakan? Jamur liar yang sebaiknya dihindariSelain tahu jenis jamur liar yang bisa dimakan, penting juga menyimak apa saja jamur berbahaya dan sebaiknya dihindari:Jamur death capJamur Amanita phalloides adalah jenis yang paling beracun. False morelsMirip seperti jamur morel yang bisa dimakan, jenis Gyromitra esculenta dan Gyromitra infula bisa saja dianggap tidak berbahaya.

Kenali Jamur Liar yang Bisa Dimakan dan Mana yang Beracun

Jamur yang umum disebut-sebut dalam resep masakan biasanya itu-itu saja. Padahal di luar sana, ada banyak jamur liar yang bisa dimakan. Bukan cuma jamur tiram liar saja, namun ada juga yang rasanya lezat seperti daging ayam.

Advertisement

Tentu tak hanya penting tahu apa saja jamur liar yang aman dikonsumsi. Anda juga perlu mengenali mana yang beracun dan sebaiknya dihindari.

Mengenal jamur liar yang bisa dimakan

Bagi orang yang senang menghabiskan waktu di alam terbuka, mengumpulkan jamur bisa jadi hobi yang seru. Namun, tentu tak boleh sembarangan. Sebab, ada jenis jamur liar yang beracun dan membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi.

Lalu, apa saja jenis jamur liar yang bisa dimakan?

1. Jamur maitake

jamur maitakejamur maitakeOseng-oseng maitake

Jenis jamur maitake atau hen-of-the-woods merupakan favorit para pemburu jamur. Sebab, Grifola frondosa ini mudah ditemukan di lokasi yang selalu sama. Kumpulan jamur maitake sekilas terlihat seperti bulu ayam yang sedang duduk, itulah mengapa disebut hen-of-the-woods.

Asal mula jamur maitake adalah dari China. Namun, sekarang telah banyak tumbuh di Jepang dan juga Amerika Serikat. Ciri-ciri jamur ini adalah berwarna abu kecokelatan. Ukurannya bisa menjadi cukup besar dengan berat sekitar 23 kilogram. Namun, rata-rata memiliki berat sekitar 1,5-7 kilogram.

Selain itu, ciri lain yang cukup khas adalah tidak ada lamela atau lembaran di bawah tudung jamur. Selain mudah ditemukan, belum ada jamur beracun dengan bentuk dan warna menyerupai maitake.

Namun, sebaiknya hindari jamur yang berwarna oranye atau kemerahan karena besar kemungkinan telah terkontaminasi bakteri.

2. Jamur tiram

jamur tiramjamur tiramJamur tiram segar

Termasuk yang paling populer, jamur tiram liar juga banyak dicari pemburu amur. Sangat mudah ditemukan, jamur tiram ini juga berperan penting dalam proses pembusukan batang pohon dan melepaskan nutrisi ke tanah. Dengan demikian, bisa diserap kembali oleh tumbuhan dan organisme dalam ekosistem hutan.

Umumnya, ukuran jamur tiram adalah sekitar 5-20 centimeter. Warnanya bervariasi, mulai dari putih hingga keabuan. Sementara di balik tudungnya, ada lamela atau lembaran hingga ke batang jamur.

Nutrisi dari jamur tiram ini kaya akan vitamin B dan juga mineral seperti potasium, tembaga, zat besi, dan seng. Selain itu, ada juga zat anti-peradangan yang bisa melindungi dari penyakit kronis.

Rekomendasi mengolah jamur tiram liar adalah dengan cara ditumis bersama bawang. Selain itu, bisa juga dimasukkan dalam sup, pasta, daging, atau digoreng tepung nan renyah.

3. Jamur ayam hutan

Jenis jamur sulphur shelf atau jamur ayam hutan berwarna oranye terang atau kekuningan. Rasanya unik menyerupai daging ayam. Jamur Laetiporus sulphureus ini tumbuh dalam kelompok dengan susunan seperti laci.

Namun hati-hati sebelum mengonsumsi jamur ayam hutan sebab ada jenis jamur berbahaya dengan bentuk serupa. Biasanya, jamur pemicu alergi yang mirip sulphur shelf ini tumbuh di tumbuhan runjung atau konifer.

Tak kalah penting, jamur jenis ini harus dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan. Rasanya seperti hati ayam dengan tekstur layaknya daging.

Sama seperti sebagian besar jamur lainnya, jamur ayam hutan mengandung nutrisi berupa serat, vitamin C, potasium, seng, fosfor, dan magnesium. Senyawa lain seperti polysaccharides, asam eburikoat, dan asam sinamat. Semuanya berkhasiat mencegah tumbuhnya tumor dan merupakan antioksidan, terbukti dalam studi yang dilakukan di China Three Gorges University, Yichang, China.

Jamur liar yang sebaiknya dihindari

Selain tahu jenis jamur liar yang bisa dimakan, penting juga menyimak apa saja jamur berbahaya dan sebaiknya dihindari:

  • Jamur death cap

jamur deathcapjamur deathcap

Jamur Amanita phalloides adalah jenis yang paling beracun. Inilah jamur yang paling bertanggung jawab atas kasus kematian akibat keracunan. Jamur death cap ini berwarna putih kecokelatan dan bisa tumbuh di mana saja.

  • Conocybe filaris

conocybe filarisconocybe filaris

Mengandung racun sama seperti death cap, namun warnanya cenderung cokelat. Apabila tertelan, dampaknya bisa cukup fatal. Jamur ini tumbuh di negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

  • Autumn skullcap

jamur galerinajamur galerina

Dikenal juga dengan nama deadly Galerina, jamur ini termasuk yang mematikan. Bagian topinya berwarna cokelat dan biasanya tumbuh di batang pohon yang sudah busuk.

  • Death angel

no captionno caption

Warna dari jamur Amanita ocreata ini adalah putih dan biasa tumbuh di pantai Barat Amerika Serikat. Apabila tak sengaja dimakan, jamur death angel bisa menyebabkan sakit parah hingga kematian.

  • False morels

Mirip seperti jamur morel yang bisa dimakan, jenis Gyromitra esculenta dan Gyromitra infula bisa saja dianggap tidak berbahaya. Sebab, bentuknya sangat mirip. Namun, perbedaan utamanya terlihat ketika dipotong. Bagian batangnya tidak terlalu berongga, berbeda dengan jamur morel yang asli.

Catatan dari SehatQ

Selain daftar di atas, masih banyak lagi jenis jamur liar yang bahaya dikonsumsi. Oleh sebab itu, apabila tidak yakin akan jenis jamur yang akan dimakan, sebaiknya hindari. Sebab, sangat mungkin menyebabkan sakit parah dan kematian.

Apabila Anda tertarik dengan aktivitas berburu jamur di alam bebas, sebaiknya bekali diri dengan ilmu terlebih dahulu. Ada banyak kelas yang diajarkan langsung oleh ahlinya. Mulai dari cara identifikasi hingga proses mengolah yang tepat.

Selain itu, jangan pula mengonsumsi jamur yang tumbuh di jalan tol, perkotaan, atau area yang rentan terkena paparan pestisida. Jamur menyerap polutan seperti asap kendaraan dan zat kimia dari lingkungan.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pertolongan pertama ketika keracunan jamur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Jangan Sampai Salah, Ini Jenis Jamur yang Bisa Kamu Makan Saat Tersesat di Hutan

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan. Jangan Sampai Salah, Ini Jenis Jamur yang Bisa Kamu Makan Saat Tersesat di Hutan

Dengan kemampuan survival di alam liar, sebenarnya tersesat bukan menjadi persoalan. Pasalnya, di dalam hutan banyak sekali sumber makanan yang tersedia, apalagi di hutan tropis seperti yang ada di Indonesia. Salah satu sumber makanan yang bisa dimanfaatkan dalam situasi darurat adalah jamur. Tapi jangan sampai salah dalam memilih jamur, karena banyak sekali jamur di dalam hutan yang bukanya bikin kita kenyang justru bikin keracunan. Karena itu, pahami dan kenali dulu mana jenis jamur yang bisa dikonsumsi dan mana yang beracun.

Tidak Semua Bisa Dimakan, Ini 3 Jenis Jamur Liar yang Aman Dikonsumsi dan Menyehatkan

Tidak Semua Bisa Dimakan, Ini 3 Jenis Jamur Liar yang Aman Dikonsumsi dan MenyehatkanJamur tiram yang bisa ditemukan di alam liar dan aman untuk dikonsumsi. Kini sudah ada banyak jenis jamur yang bisa dikonsumsi dan dibudidayakan. Di alam liar, teman-teman mungkin bisa juga menemukan jenis jamur yang terkenal dan berharga mahal. Jamur MaitakeJamur maitake adalah jenis jamur yang paling sering dicari banyak orang. Berbeda dengan jamur maitake, jenis jamur ini bisa tumbuh di hampir semua musim sehingga lebih mudah ditemukan atau dibudidayakan.

√ Ini Dia 7 Jenis Jamur Liar yang Bisa Dimakan

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan. √ Ini Dia 7 Jenis Jamur Liar yang Bisa Dimakan

Jamur merupakan salah satu tumbuhan yang bisa dikonsumsi, termasuk jenis jamur liar yang berada di hutan atau ladang. Untuk itu, agar tidak salah ambil jamur dari hutan, di bawah ada sedikit informasi mengenai jenis jamur liar yang bisa kamu konsumsi. Jenis Jamur Liar Layak KonsumsiPerlu kamu ketahui jenis jamur di alam sangat banyak. Jamur yang bisa dimakan ini sama dengan Jamur Catang, tetapi bentuknya lebih kecil dan bisa tumbuh kapan saja selama ada kelembapan suhu. Demikian informasi mengenai jenis jamur liar yang bisa dimakan di Indonesia untuk menambah wawasan.

Kenali 18 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan. Kenali 18 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan

Kenali 18 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan Tag jamur Jenis Jamur olahan jamur Kategori Tips dan RekomendasiJamur memiliki beragam jenis yang tersebar luas di berbagai pelosok negeri. Nah, untuk kamu yang ingin mengenal lebih jauh dengan jamur, berikut ini adalah 18 jenis jamur yang bisa dimakan dan baik untuk kesehatan. Jenis-jenis Jamur yang Bisa DimakanJenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Baik untuk Kesehatan. Jamur kupingSama halnya seperti jamur tiram dan jamur kancing, keberadaan jamur kuping sebagai olahan makanan sudah cukup dikenal luas. Itulah 18 jenis jamur yang bisa dimakan dan baik untuk kesehatan.

15 Macam Jamur yang Bisa Dimakan

Jamur Liar Yang Bisa Dimakan. 15 Macam Jamur yang Bisa Dimakan

Macam Macam Jamur yang Bisa Dimakan dengan AmanDilansir Clean Green Simple, berikut adalah 15 macam macam jamur yang aman untuk dikonsumsi:1. Jamur MatsutakeFoto: Wikimedia Commons/LombrosoMacam macam jamur yang aman dikonsumsi selanjutnya adalah jamur matsutake. Jamur MerangFoto: Wikimedia CommonsMacam macam jamur yang aman untuk dikonsumsi selanjutnya adalah jamur merang atau straw mushroom. Upayakan untuk tidak tergiur dengan warna jamur yang mencolok, bisa jadi itu adalah jamur yang berbahaya. Hindari Jamur BergetahTerakhir, cara membedakan jamur yang beracun dapat dilihat dari munculnya getah saat jamur dipotong.